Tren Diet Tinggi Protein dan Rendah Kalori: Strategi Jitu Turunkan Berat Badan Tanpa Mengorbankan Massa Otot
JAKARTA – Kesadaran masyarakat urban terhadap pentingnya gaya hidup sehat dan kebugaran tubuh terus meningkat pascapandemi. Berbagai metode diet bermunculan, namun satu pendekatan yang kini mendominasi dan sangat direkomendasikan oleh para pakar gizi adalah diet tinggi protein dan rendah kalori (high protein, low calorie diet). Pendekatan ini dinilai sebagai salah satu strategi paling rasional, aman, dan berkelanjutan untuk menurunkan berat badan sekaligus membentuk postur tubuh yang ideal.
Secara prinsip, penurunan berat badan hanya dapat terjadi jika tubuh mengalami defisit kalori—yakni kondisi di mana jumlah kalori yang masuk melalui makanan lebih sedikit dibandingkan kalori yang dibakar oleh tubuh. Namun, memangkas asupan kalori secara sembarangan seringkali membawa dampak buruk, seperti hilangnya massa otot, tubuh terasa lemas, hingga melambatnya sistem metabolisme.
Mengapa Harus Tinggi Protein?
Di sinilah peran makronutrisi protein menjadi sangat krusial. Dr. Andi Pratama, Sp.GK, seorang spesialis gizi klinik terkemuka, menjelaskan bahwa protein memiliki efek termik makanan (Thermic Effect of Food/TEF) yang paling tinggi dibandingkan karbohidrat dan lemak.
Butuh Pasokan Telur?
Pesan telur skala grosir hubungi 082-242-225-199.
Langsung antar ke depan rumah Anda!